Intro
MENGENANG KAMPUNG HALAMAN - familiarize
![]() |
::admin::
Sumatera Selatan
Content goes here
Lagu bernada melodi kerinduan, lagu yang berirama buat kenangan karena jauh dari tempat kelahiran. Biarpun lagu ini terdengar di telinga kami, biarkan saja bersenandung mengiringi impian setiap hari. Gambaran masa silam selalu melekat di hati kami, bayangan yang berlalu, akan selalu bernada sumbang menggoda diri ini... Kapan, kerinduan ini bakal kembali dan manjadi kenyataan pada diri kami...
Jauh Dirantau
Lagu bernada melodi kerinduan, lagu yang berirama buat kenangan karena jauh dari tempat kelahiran. Biarpun lagu ini terdengar di telinga kami, biarkan saja bersenandung mengiringi impian setiap hari. Gambaran masa silam selalu melekat di hati kami, bayangan yang berlalu, akan selalu bernada sumbang menggoda diri ini... Kapan, kerinduan ini bakal kembali dan manjadi kenyataan pada diri kami...
Ke LAHAT: Dengan singkat saja, kami dari Jakarta naik mobil menuju ke Merak, disana kami berangkat dengan Fery menuju Panjang Lampung, lalu dengan kereta api kami berangkat menuju Prabumulih, disini kami pindah kereta api arah Lubuk Linggau, telah hari petang kami tiba distasion Lahat, kami menginap di Hotel dekat stasion, setelah menginap semalam, besoknya dengan diiringi sanak famili kami naik bus menuju dusun jémé Bungamas, dekat dengan dusun kami berhenti sebentar, ndak salah kami melihat air yang jernih sungai kikim, kemarau membuat air agak rendah, kami rendam kaki dikejernihan air kikim, terasa kesejukan dikaki kami, jah hari itu memang panas sekali.Diantara sanak famili mengeluarkan jale (untuk menjala ikan), tak lama mereka ketawa karena mendapat ikan yang cukup banyak, mang Saidi mengajak jang lainnya membuat api, tak lama ikan telah dijepit oleh mereka dengan bambu, lalu bekal sambal dan garam mereka lumurkan pada ikan, sebentar tercium oleh kami aroma dan asap dari ikan yang telah mereka panggang, bersama bekal nasi yang dibungkus daun pisang, kami ramai-ramai melahap ikan dan nasi dan sambal yang sudah sedia. Rasa ikan sungai kikim memang gurih dan sedap. Menginap di Bungamas, dkelilingi oleh sanak famili, kami ngobrol sampai jauh malam.
Besoknya famili membuatkan kami berengkesan ikan tempoyak dan lalapnya jering kabau (semacam jengkol). Setelah puas kami melepaskan rindu, kami kembali ke Lahat dan sempat mampir ke seberang Lematang, menemui famili yang tinngal disana, melewati jeramba (jembatan) gantung yang memmbuat kaki kami gemetaran. Kami disana diundang makan, nasi dari beras baru, sayur terung kerutuk dan sambal caluk (terasi), disetai tumisan taruk gumai (jenis sayuran). Sambil mengobrol di beranda dengan pemandangan sawah dan jauh bukit barisan dan gunung Dempo, sangat indah petang itu. Menjelang magrib kami ngopi dan makan kue talam masin buatan nenek. sudah Isa kami kembali lagi ke Lahat, dan sempat makan malam di Rumah Makan Singgah Kudai.
Acara makan dak habis-habisnyo dalam kunjungan kami kali ini, aku hanya mengerutu, oi lemak nian bertandang samo wong Lahat, dak katik yang namonyo idak makan, jangan-jangan kagek aku nih jadi bungok (gemuk). Pokoknjo kalo aku balik kagëk, nak diet baé aku ini.( Kurus) ::pameus::
Sedikit mengenalkan keluarga
DUSUN BOENGAMAS
Di peta diatas jelas tercantum Dusun Bungamas tempat kelahiran Oma Edith, dusun kecil tersebut kini banyak mengalami perubahan, juga generasi kini sudah berkelana kemana-mana, yang dulu telah tiada, pengantinya hanyalah samar-samar, apakah mereka masih mengenal kami, entahlah dalam sanubari kami selalu bertanya, namun jawaban hanyalah merupakan impian belaka. Walaupiun demikian tetap tali ikatan bakal selalu ada dihati kami, sekarang kami hanyalah dapat mengenangnya. kata-kata ini kami kutip dari cerita setelah pameus kembali dari indonesia bersama Oma dan Opa. disusun oleh ::nadia::
Sekitar tahun1830 pada masa kesultanan Palembang di Kabupaten Lahat telah ada marga, marga-marga ini terbentuk dari sumbai-sumbai dan suku-suku yang ada pada waktu itu seperti : Lematang, Pasemahan, Lintang, Gumai, Tebing Tinggi dan Kikim. Marga merupakan pemerintahan bagi sumbai-sumbai dan suku-suku. Marga inilah merupakan cikal bakal adanya Pemerintah di Kabupaten Lahat. Bukit Serelo terletak di Desa Perangai Kabupaten Lahat, Bukit Serelo merupakan landmark Kabupaten Lahat. Kunjungi saja..
Website Resmi Pemerintah Kabupaten Lahat
Di peta diatas jelas tercantum Dusun Bungamas tempat kelahiran Oma Edith, dusun kecil tersebut kini banyak mengalami perubahan, juga generasi kini sudah berkelana kemana-mana, yang dulu telah tiada, pengantinya hanyalah samar-samar, apakah mereka masih mengenal kami, entahlah dalam sanubari kami selalu bertanya, namun jawaban hanyalah merupakan impian belaka. Walaupiun demikian tetap tali ikatan bakal selalu ada dihati kami, sekarang kami hanyalah dapat mengenangnya. kata-kata ini kami kutip dari cerita setelah pameus kembali dari indonesia bersama Oma dan Opa. disusun oleh ::nadia::Sekitar tahun1830 pada masa kesultanan Palembang di Kabupaten Lahat telah ada marga, marga-marga ini terbentuk dari sumbai-sumbai dan suku-suku yang ada pada waktu itu seperti : Lematang, Pasemahan, Lintang, Gumai, Tebing Tinggi dan Kikim. Marga merupakan pemerintahan bagi sumbai-sumbai dan suku-suku. Marga inilah merupakan cikal bakal adanya Pemerintah di Kabupaten Lahat. Bukit Serelo terletak di Desa Perangai Kabupaten Lahat, Bukit Serelo merupakan landmark Kabupaten Lahat. Kunjungi saja..
Website Resmi Pemerintah Kabupaten Lahat




Foto Ayahku selagi muda, sebelum menikah dengan ibu kami, dia mau masuk agama Islam, aktif dengan pengajian dirumah dan ikut bangun mesjit agung pasar lama Lahat, membangun juga kreta api dan bekerja sebagai kepala bagian teknik pemeliharaan Lokomotif dan gerbong.
Rumah kami waktu tinggal di Lahat



Comments (0)