Kenangan

Memori
Halaman ini kami lampirkan untuk mengenang Oma Edith, agar tak pernah dilupakan oleh generasi selanjutnya, juga untuk keluarga kami di daerah Lahat dan Kikim maupun Lematang.
Siapa tau ada sanak famili yang kebetulan lagi menjelajahi Internet. Terutama sanak yang ada di Lahat, Kikim, Seberang, Pagaralam, Bungamas, Muara Empayang dan Cecar dan juga yang kini tersebar kemana-mana, pesan kami jangan kami dilupakan, walaupun kami jauh, kami tetap mengenang kalian
Diatarannya tentu ada sanak yang bertanya, terutama generasi baru, siapakah Oma Edit sebenarnya? Oma Edith ada nama yang bayak famili ketahui jaitu, Siti Hijerah binti Sulik (asal Bungamas), atau juga sebutan sehari-hari ialah Ayuk Non.Kami tau menurut cerita tentang Kepala Sekolah Rayat di Lahat namanya Abul Mulip panggilan biasa ialah Guru Mulip dan oleh orang tua kami dengan panggilan Bak, dialah bersama ibunya oma mengurus oma edith dan adiknya sewaktu kecil. Kami harap turunan dari Mang Saidi Pulung, Mang Sobar Kurim, Bik Sibah dari Seberang, Mang Hasan di Muara Empayang, Mang Sjukur dan Mang Basri dan Yang lainnya....Kami masih ade darah kikim, kami Jeme Kikim.
::nadia::
Tempat yang ada Ikatan.
Kikim Timur adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Indonesia. Kecamatan ini merupakan pemekaran dari kecamatan KIKIM. Ibukota kecamatan ini adalah Bungamas dan merupakan kecamatan induk. Sebagian Kecamatan ini berada dialiran KIKIM dan sungai Empayang. Kecamatan kikim Timur telah memiliki puskesmas induk yang berkedudukan di desa Bungamas dan Pustu di desa-desa lainnya. Desa-desa yang termasuk dalam kecamatan Kikim timur antara lain : Desa Bungamas, Cecar, Muara Empayang, Gunung Kerte, Gunung Aji, Karang Endah, Paduraksa, Petikal dan masih banyak desa-desa lainnya. Penduduk kecamatan KIKIM Timur mayoritas beragama Islam (100%) dan merupakan penduduk asli setempat (jeme KIKIM). Sebagian besar penduduk kecamatan Kikim Timur bermata pencarian sebagai Petani Karet, Kopi, Padi Darat, Sawah dan wiraswasta.
Kabupaten Lahat merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sumatera Selatan yang memiliki potensi Wisata Alam dan Budaya yang telah dikenal sampai ke manca negara. Kota Lahat berjarak sekitar 225 KM dari Kota Palembang dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 4 jam perjalanan
Photo pendiri Toko dan Restaurant Boengamas



Memori bersama Famili
Mengenang mereka yang jauh, banyak yang diantaranya kini sudah tiada, dulu mereka yang masih bayi, kini mereka telah dewasa, kalau ditanya diantara mereka, apakah mereka tau kalau kami ada kaitan darah yang kini sangat jauh diujung dunia, mungkin mereka kini telah tersebar kemana mana dan punya kesibukan sendiri. Tentu waktu itu nenek atau kakek berdongeng ; ujang, cucongku, kaba tau, kaba tù adè dulor sepupu jauh.Nenek lelamè dek bètèmu, tetapi jauh dinegeri antah berantah, kale nenek ndak salèh namènjè negeri belandè. Oi nek, jauh nian sanak kitè tu, makmanè ujang nak betemu nek, apèlagi jemè belandè mane ujang pacak bètemu .....Jah semuanya dapat kita hayalkan, karena sudah 15 tahun yang silam terachir kami bertemu dengan sanak famili. Oma Edith telah tiada namun bagi kami yang tinggal tetap akan mengenang masa silam, akan kami teruskan hikayat, cerita tentang semuanya pada anak kami, ikatan darah mengalir selalu dari tubuh kami. Semoga Allah S.W.A memberikan kesyahduan dalam hati kami, untuk nenek moyang kami, perintis hidup kami, walau seungguk tanah merah dari kampung halaman jauh dari jazat kami, sekejap mata akan terjadi, bila kupejamkan mata, terbentuk kesyahduan pada mereka yang jauh dan juga yang telah tiada.
Amin Ya Rabbil Allamin.
ABIN DAN MANG SAIDI

Siapa tau ada sanak famili yang kebetulan lagi menjelajahi Internet. Terutama sanak yang ada di Lahat, Kikim, Seberang, Pagaralam, Bungamas, Muara Empayang dan Cecar dan juga yang kini tersebar kemana-mana, pesan kami jangan kami dilupakan, walaupun kami jauh, kami tetap mengenang kalian
Kami harap turunan dari Mang Saidi Pulung, Mang Sobar Kurim, Bik Sibah dari Seberang, Mang Hasan di Muara Empayang, Mang Sjukur dan Mang Basri dan Yang lainnya....Kami masih ade darah kikim, kami Jeme Kikim.
Kalimat diatas rupanya telah ada jawaban, gara-gara iseng jadi member di FB, ketemulah sama orang Lahat, pertama dengan Mario, terus sama Abin Hendar, buktinya dapat berita tentang famili yang kami rindukan, baru menyaksikan setelah melihat Mang Saidi juga Abin dan Husni...sekarang umurnya Mamangku telah mencpai 75 tahun.
Foto sebelah kiri Mamang Saidi sekarang dan dulu. Sudah lama kami tidak pulang, kapan dan mengapa? namun keinginan ini selalu ada di hayat badan, ridu pada kampung halaman rindu pada sanak famili, rindu dengan lematang, rindu dengan kikim rindu tempatku dulu bermain...kapan? Cuma lewat dunia maya kita berjumpa...wsslm pameus dan famili.
Lima Generasi

Tahun 1995, zomer di Belanda, kami sekeluarga menuju Indonesia, Pilihan kami adalah ke daerah Sulawesi selatan, daerah ini selama hidupku belum, pernah kukunjungi, karena aku sendiri berasal dari Sumatera selatan, setelah kukunjungi daerah ini, ada persamaan dengan daerahku, rumah panggung yang tinggi, sama dengan rumah panggung didaerahku dan ramah tamah penduduknya, mengingatkan famili di daerah Lahat dan Kikim, Mengikuti Mertuaku yang berasal dari daerah Duri, desa Baroko ini, sungguh menjadi pengalaman pada diriku. Alam yang dikelilingi bukit batu, kalau malam udaran sejuk sekali, mereka banyak menanam pohon coklat dan sayuran. Kami tinggal hampir 4 minggu di desa Barokko, Juga kesempatan kami bersama sanak famli melawat ke Tanah Tator, Desa Baroko termasuk pintu gerbang ke Toraja. Orang bangsawan di daerah Duri memakai kata Puang sama dengan Toraja, kalau daerah Bone dan sekitarnya ialah Andi dan kebanyakan mereka umumnya beragama Islam.
Video ini selintas kesibukan kami di Baroko, iseng bikin Video, mumpung anak-anak masih kecil. Disini Nadia dan Nathalie masih kecil, masih lugu dan lucu, masa kanak-kanak yang telah kuabadikan…Selajutnya kami akan coba video yang berikutnya dalam rangka kunjungan kami ke Sulawesi – selaten. ::admin: Link Video


Oma ku telah tiada, namun dia selalu dihati kami, Oma dilahirkan di dusun Bungamas dekat Lahat, dilahirkan dari seorang wanita asli Kikim dengan seorang Lelaki Indo Belanda, pertemuan yang sangat singkat, setelah ibunya Oma melahirkan anak yang kedua, sang Ayah meninggal dunia, Oma hanya punya satu saudara lelaki, yang masih ada di Palembang. 















Comments (0)