Rimbang Kemambangheader lahat
air terjun lintang kecilSINJAR BULAN ASET YANG TERSEMBUNYI
Senin,30 november 2009 pagi itu langit di atas Lahat mendung tapi tidak menyurutkan niatku untuk pergi ke Desa Sinjar Bulan Kec.Gumay Ulu Kabupaten Lahat. Semua perlengkapan seperti kamera, tripod dan perlengkapan lainnya sudah kusiapkan semalam. Tepat jam 8.30 pagi aku dan Agus (sepupuku) langsung meluncur dengan vespa kebanggaan Agus. Setengah jam kemudian sampailah kami di Kantor Kecamatan Gumay Ulu. Kandi (Mantan Kades Sumber Karya dan saat ini sebagai staf di kecamatan) menyambut kedatangan kami.

Setelah kami menyampaikan maksud kedatangan kami dan kamipun meluncur ke Desa Sinjar Bulan yang berjarak 1 km dari Kantor Camat Gumay Ulu dengan ditemani Paeran (staf kecamatan) .Dari Desa Sinjar Bulan kami berlima yang terdiri dari Agus, Kandi, Paeran, Fandi dan aku melanjutkan berjalan kaki ke Air Terjun Lintang.
Setelah keluar dari desa tertulis pemberitahuan KAWASAN HUTAN SUAKA MARGA SATWA GUMAI PASEMAH. Dari desa ini kami harus berjalan sekitar 5 km untuk melihat Air Terjun Lintang.
Petualangan ini, aku sebut sebagai petualangan sebab menurut keterangan yang kudapat belum ada yang pernah mendokumentasikan untuk di publikasikan seperti yang aku lakukan,menurut Kandi dan Fandi (pemandu jalan) kami adalah team pertama yang datang kesini. Jalanan yang becek, menanjak dan sempit tak membuat aku lelah walau badanku belum 100% kembali normal sebab selama 8 bulan aku berada di Alaska dan Florida, Amerika yang berbeda waktu 12 jam dengan Lahat.
Jam 11 siang di Sinjar Bulan berarti jam 11 malam di Florida. Aku baru 6 hari berada di Lahat lagi. Jalanan terus menanjak dan akupun bertambah semangat untuk melihat keindahan Air Terjun Lintang yang belum pernah kulihat selama ini. Petualangan pertama kami akan melihat air terjun dari atas. Ketika kami menyeberangi sungai yang berair jernih berjembatan bambu, aku bertanya sungai apa ini? Kandi menjelaskan ini sungai Lintang Kecil dan di sebelah utara kami adalah air terjun, tapi kami belum bisa melihatnya. Setelah melewati perkebunan kopi penduduk dan jalan menurun kamipun dapat melihat keindahan Air Terjun Lintang Kecil.

Aku sempat terkagum-kagum dan menyebut asma Allah karena keindahannya. Baru berjalan 100 m kami menemukan sungai yang Fandi sebut Sungai Lintang Besar. Dan tempat kami berdiri tepat diatas Air Terjun Lintang Besar Kemudian perjalanan dilanjutkan untuk melihat kedua air terjun dari sungai Lintang. Kami menyusuri sungai Lintang Besar kemudian jalanan terus menanjak dengan kemiringan 45 derajat dan sampailah kami di perkebunan kopi. Dari sini lalu jalanan mulai menurun kearah sungai Selangis, tapi sebelumnya kami sempat tersesat sebab jalan menuju air terjun ini sangat jarang dijalani.
Dari sungai Selangis yang berair keruh lalu kami belok kiri masuk ke sungai Lintang yang berair jernih.sSekitar 100 m menyusuri sungai Lintang terlihatlah dengan jelas Air Terjun Lintang Besar. Alhamdulillah sampailah kami di air terjun nan indah ini.
Terdengar juga Agus mengucapkan asma Allah berkali-kali. Aku segera membuka tas kameraku dan menyeting bersama tripodnya. Berkali-kali kameraku merekam keindahan karunia Allah terhadap masyarakat Gumay ini, selain megalith Tinggihari. Air Terjun Lintang Besar bertingkat dua, ketinggian tingkat satu 30 m
dan tingkat dua 50 m.
Mario Kemudian kami menyusuri sungai Lintang Kecil untuk melihat lebih dekat dan menjepret Air Terjun Lintang Kecil yang memiliki ketinggian 90 m. Dan ini merupakan air terjun tertinggi di Lahat. Sebenarnya dari sungai Lintang kita bisa melihat kedua air terjun tersebut tapi pepohonan disekitar sungai Lintang menghalangi untuk bisa menjepret kedua air terjun nan menawan ini. Puas sudahlah hati kami dengan sejuta kenangan indah yang tak mungkin terlupakan. Akhirnya kami pulang ke Sinjar Bulan tapi di tengah jalan mantan Kades Sinjar Bulan mempersilahkan kami untuk menyicipi kelezatan durian tembaga khas Sinjar Bulan. Sesampai di desa, kami lanjutkan untuk melihat peninggalan purbakala yang telah berusia 3000 tahun. Di Sinjar Bulan juga ada komplek megalith bernama Batu Nek Nambeng yang berjumlah 6 megalith dan sedikitnya 4 air terjun yakni : Air Terjun Lintang Besar, Lintang Kecil, Lempaung, Hujan Panas dan Petai Semoga kelak dikemudian hari masyarakat Sinjar Bulan akan menikmati hasil dari kekayaan dan keindahan alam serta peninggalan purbakala dari nenek moyang mereka dengan menghidupkan potensi pariwisata yang mereka miliki. DIMUAT DI LAHAT POS TGL 3 DESEMBER 2009.
Mario,putra Lahat Pemerhati wisata telah berkunjung ke hampir 200 kota wisata di 100 negara
Terowongan Gunung GajahJalur kereta api di Sumatera Selatan dan Lampung mulai dibangun tahun 1911. Lintas pertama yang dibangun adalah dari Pelabuhan Panjang, Tarahan menuju Tanjung Karang, Lampung sepanjang 12 km. Lintas ini mulai dioperasikan 3 Agustus 1914. Pada waktu yang bersamaan dibangun pula jalur dari Kertapati kearah barat menuju Prabumulih, Sumatera Selatan tapi jalur ini dibuka 1 Desember 1916.
Pembangunan jalur kereta api ini terus ke barat hingga Lahat, Tebing Tinggi dan berujung di Lubuk Linggau yang dibuka 1933. Jalur simpangpun dibuka ke arah Tanjung Enim.

Pada tanggal 22 Februari 1927 jalur dari arah Kertapati akhirnya bertemu dengan jalur dari Tanjung Karang di Prabumulih. Pada waktu itu rel yang berhasil dibangun Zuid Soematera Spoorwegen (ZSS) panjangnya mencapai 529 km. Semuanya menggunakan lebar sepur 1.067 mm. Kini panjangnya mencapai 720 km.
Usai PD I, resesi ekonomi melanda perusahaan ini sehingga pembangunan rel terhenti.
Namum tahun 1925 ada rencana untuk melanjutkan pembangunan rel dari Sumatera Selatan menuju Sumatera Barat dan Tapanuli. Dalam rencana ini Stasiun Lubuk Linggau, Sumatera Selatan akan terhubung dengan Rantauprapat, Sumatera Utara. Namun hingga kini program tersebut belum terwujud.

Di tahun 2000an ini ada program besar pembangunan jalur kereta api di Sumatera yakni Trans Sumatera Railway. Dalam mega proyek ini jalur kereta api akan saling bertemu sepanjang Pulau Sumatera. Dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan akan menyambung ke Teluk Bayur-Muaro, Sumatera Barat hingga Rantau Prapat, Sumatera Utara dan Banda Aceh. Akan ada jalur kereta api bawah laut dari Dumai menuju Malaysia dan dari Panjang,Lampung menuju Merak,Banten.



Pembukaan Jalur Kereta Api Jalur TahunStasion Lahat tempo dulu:

Sejarah Kreta api di Sum-sel
Pembukaan Jalur Kereta Api Jalur Tahun Panjang – Tanjung Karang 1914 Tanjung Karang – Labuhan Ratu 1915 Negara Ratu – Martapura 1915 Kertapati – Prabumulih 1916 Prabumulih – Gunung Megang 1917 Labuhan Ratu – Tigeneneng 1917 Tigeneneng – Haji Pemanggilan 1919 Haji Pemanggilan – Blambangan 1921 Blambangan – Kotabumi 1923 Gunung Megang – Muara Enim 1923 Prabumulih – Baturaja – Martapura 1924 Kotabumi – Cempaka 1925 Lahat – Tebing Tinggi – Lubuk Linggau 1933 By Mario Lahat.


Lokomotif sekarang


TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA - Potensi ekonomi Indonesia yang makin bagus dalam setahun terakhir membuat banyak orang berlomba-lomba untuk menanamkan investasi. Di ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 ASEAN, terdapat pertemuan penting yang membahas hubungan investasi China di Indonesia. Tuan rumah mendapatkan proyek riil yang akan dimulai bulan depan, bekerja sama dengan lembaga keuangan dan investor asal negeri Tirai Bambu tersebut. Kali ini kawasan Sumatera, khususnya lajur Sumatera Selatan dan provinsi Lampung mendapat berkah dengan terealisasinya kesepakatan pendanaan antara PT Bukit Asam Transpacific Railways dengan China Development Bank (CDB) dan China Railways Group Limited (CRGL). Proses penandatanganan kesepakatan pengucuran dana dan pengerjaan proyek mulai bulan depan tersebut dilakukan, Jumat (18/11/2011) pagi, di Hotel Westin, Bali Tourism Development Centre (BTDC). Proses tersebut menandai bakal dibangunnya rel kereta api khusus untuk angkutan batubara yang akan menghubungkan Tanjung Enim di Provinsi Sumatera Selatan dengan Bandar Lampung, di provinsi Lampung. Total investasi yang dikucurkan sebesar 1,3 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 11,7 triliun.

Stasion LahatBalai jasa LahatGerbong batubaraMenara air
Pameran Tunggal MarioBapak Wari (Bupati Lahat), Bpk Alex (Gubernur Sumsel) menuju Gedung Pameran didampingi Mario
Kanan Berita dari:
Erwida Maulia, The Jakarta Post, Jakarta | Thu, Mario Lahat - 01/06/2011 1:36 PM | Headlines
primi sui motori con e-max

Add comment

Comment hanya terbuka untuk Register


Security code
Refresh

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan website kami dan pengalaman Anda saat menggunakannya. Cookies digunakan untuk operasi penting dari situs ini telah ditetapkan. To find out more about the cookies we use and how to delete them, see our privacy policy.

  I accept cookies from this site.
EU Cookie Directive Module Information