May 26th, 2008
by admin
Kali aku iseng
menjelajahi dunia maya, atau katakan saja internet, mencari apa yang
patut untuk di baca dan dilihat. Kalau bosan pada website sendiri, pengen tau
bagaimana perkembangan website tetanggaku. Memang sudah lama dan aku masih
males untuk update situsku, apalagi situs xtiara punya kedua anakku,
sudah jarang aku carikan mereka hal yang baru, baru2 ini aku permak,
modifi warna templatenya, tadinya banyak merah, sekarang ganti warna,
juga sudah minta revieuw di id,joomla, sambutannya positif aja, juga
shoutbox dan ruangan chat kuganti warna yang enak dan cocok untuk template
yang dipakai, kembali ke portal anak indo, resep baru sudah ada, juga
resep dari negara lain, namun belum saja kubikin, agak sibuk urusan
lain, dan 4 minggu lagi aku menuju Indonesia. Baiklah
ini kisah sedikit foto bercerita untuk isi blog kuringku. Pertama aku
tunjukkan makanan Palembang, kuambil dari website temanku Zanial Mazalisa
dari..
aku sangat suka dan sering aku mampir kesitus ini, setiap hari hampir
kutemui foto baru, aku seneng dengan foto masakan dan makanan, terutama
makanan daerah yang tak pernah kulupakan. Thanks Zainal atas fotonya.
|
Inilah penjual
es dogan (kelapa muda) di Palembang, ternyata ibu yang menjadi penjualnya.
Minuman pelepas dahaga bila panas tengah hari sudah menyegat badan,
satu gelas ya ibu, banyakin es nya ya?

Soal makanan enak sekali kalau ketemu yang namanya
otak-otak asli buatan orang Palembang, karena biasanya memakai ikan
tenggiri yang terkenal rasa nikmatnya. Aku di Belanda sudah mencoba
dengan bermacam ikan, tetapi ga bisa seenak yang di Palembang, padahal
resepnya sama dan mengolahnya juga pake daun pisang untuk membungkusnya.
Pengen Resepnya? Nanti akan ku masukkan, ga janji, memang baru rencana
kok.

Jajanan berikutnya ialah
bugis, jajanan nostalgia menurutku, resep dari jaman ke zaman, tetap
pouler dan disukai, bugis ini membuatnya seperti juga ada di resep dapur
kita dengan Description: Bugis adalah makanan tradisi, jaman ke jaman
tetap disukai dan di buat di dapur kita.. Seandainya kamu mau coba bikin,
cobalah resepnya disini

Pernahkah anda mencoba makanan yang namanya
lemang, dibuat dan dimasak didalam bambu, aroma rasa sangat sedap dan
nikmat untuk sarapan pagi. Sudah bertahun-tahun aku ga pernah makan
jajanan ini, sayang di Belanda ga ada bambu, kalo ada sudah lama kubikin,
Biarlah kenang-kenangan saja yang ada di diriku, masa remajaku di Lahat
dan Palembang….

Menceritakan Lahat, kota kabupaten tempat
kelahiranku, sudah puluhan tahun aku ga melihatnya, juga sebagai kota
kenangan yang bagiku indah dan alamnya sangat kusenangi, satu ingatanku
adalah bukit tunjuk, yang tak ada duanya didunia, megah mencuak seolah
olah menunjuk ke langit, namanya saja macam-macam, ada yang mnyebutnya bukit
jempol, ada juga yang menamakannya bukit selero..

Ini Foto yang jelas dan lebih dekat dari seberang
sungai Lematang

Dari kawanku yang berasal dari daerah kikim namanya
Khairudin, kukenal setelah ia mampir ke situsku Portal anak Indo, karena
aku merasa bangga aku juga ada darah kikim, aku beberapa kali kunjungi
situs temanku ini, http://khairuddin.dagdigdug.com/
begini ceritanya, kebetulan penjaga rumah lunjuk ini adalah Bapaknya
khai. Nah ikutilah ceritanya:
JIKA anda tertarik dan percaya dengan hal-hal yang berbau mistis atau
anda mempunyai keinginan atau cita-cita yang belum tercapai, anda bisa
mencoba mendatangi objek wisata yang satu ini. Rumah Lunjuk namanya,
berlokasi di Kecamatan Kikim Selatan Kabupaten Lahat.
Untuk menuju tempat tersebut dapat dicapai dengan menggunakan kendaran
roda 4 atau roda 2 hanya dengan waktu kurang lebih 1 jam. Dari jalan
utama Lintas Sumatera kira-kira 1,7 KM melalui jalan berbatu dan berlubang
kecil dengan melewati perkebunan kelapa sawit, begitu memasuki desa
tempat Rumah Lunjuk berada, kondisi jalan aspal yang baru, dengan kata
lain kondisi jalannya lebih baik dari jalan sebelumnya. Kurang lebih
300 m dari awal masuk desa, lokasi Rumah Lunjuk sudah dapat dicapai.
Lokasi Rumah Lunjuk di kelilingi oleh rumah penduduk yang secara turun
temurun mewarisi Rumah Lunjuk tersebut. Berdasarkan cerita penduduk,
Rumah Lunjuk telah berpindah 2 kali mengikuti kepindahan penduduk yang
memiliki rumah tersebut.
Rumah Lunjuk sudah ada sejak runtuhnya kerajaan Sriwijaya. Pada saat
penjajahan Belanda, rumah tersebut digunakan untuk menyembunyikan senjata-senjata
perlawanan tradisional, hal ini dikarenakan pada masa penjajahan, tentara
Belanda sering melakukan pencarian senjata perlawanan rakyat untuk disita.
Pada akhirnya, tempat menyembunyikan senjata-senjata perlawanan tersebut
diketahui dan disita oleh tentara Belanda.
Pada saat sekarang, fungsi rumah tersebut menjadi tempat yang keramat.
Jika seseorang mempunyai keinginan atau cita-cita yang ingin dicapai,
maka dapat mencoba untuk membuat suatu permintaan. Jika permintaan tersebut
tercapai, maka orang tersebut harus memberikan sesuatu atau syarat dari
apa yang telah dicapainya. Namun, hanya orang-orang dari luar desa saja
yang dapat melakukan kegiatan ini dan cita-citanya atau keinginannya
tercapai, sedang untuk penduduk yang menjaganya, cita-cita atau keinginannya
tidak pernah tercapai

Dimana Lahat?, dimana Bungamas?, dimana Pagardin, tentu kamu bertanya,
ada apa disana? Buat aku adalah suatu ingatan tentang masa lalu, sekarang ini? Tentu
telah banyak perubahan, kemajuan dan juga generasi baru, yang dulu yang tua sudah
tidak ada lagi, cuma yang muda telah mempunyai jalannya sendiri, kami meninggalkan
kisahnya tersendiri, hanya buat mencoba untuk kembali ke masa lalu…Terakhir ini
kulampirkan dimana Lahat, Bungamas dan Kikim…

Untuk melihat selanjutnya kunjungi website Kabupaten
Lahat

Sampai lain waktu tentang
foto yang bercerita, aku coba lagi mencari inspirasi, apa ya? untuk lain kali?
|
|
|
Membalas email Teman asal dari Pagerdin, sekarang tinggal di Jakarta, juga member dari id.joomla, sekarang juga telah menjadi member Portal anak indo dari boengamas dot com, tentang siapa dia ialah orang asal kikim yang pertama kontak denganku, tadinya dia tak percaya aku juga ada darah kikim bungamas, inilah cerita untuk kamu, kita kenalkan daerah kita, moga ikatan kita tak akan luntur sepanjang masa. keindahan daerah kita tetap berada dalama ingatan kita selalu.
pameus.
Kalau nanti kita panjang umur dan aku sudah jadi orang kaya, aku akan pulang ke kikim bersama Pam. Kita bisa menjala ikan di sungai kikim, atau membuat lemang untuk kita makan bersama. Menjelang makan malam, kita hidangkan tempoyak ikan lele.
Pas ditengah malam yg dingin kita siapkan beberapa gelas untuk ngopi bersama. Akh…sebuah impian - yg indah- tak tahu tercapai apa tidak.
PS : Aku ingin menulis tentang “Keramat Pamah lebuay” tp baru draft. Foto2nyapun blm ada, krn tempatnya jauh dihutan belantara. Rencananya lebaran nanti aku mudik sekalian Take Picture of Pamah Lebuay”
Pamah = Rawa | Lebuay = Nama sebuah pohon yg besar sekali
Nanti tulisan itu dimuat di Portal anak Indo saja. Anggap saja sebagai souvenir dari Sriwijaya
Khai, terlambat balas comment awak, waktu aku kecil dulu, aku dengar cerite dari neneng di kikim, dusun Muaraempayang, itu cerite tentang manusia jadian ( Jeme halus atau katanye masumai, disitu deket dusun kalo malam terang bulan malam ke 14, jeme halus ini pesta pora, dekat pohon yg besak sekali, ade juga ceite neneng tentang manusie jadian dari harimau, pacak awak cari dak cerite ini??? Dulu, jamannya aku, ikut betandang tengah malam, ke rumah besak, tempat pertemuan same gadis, disitu berpantun, nyanyi dan saling lempar surat digulung kecik, oi asyik nian jaman itu..
Nah khai aku tunggu ceritenye, same foto, kalo pacak senang nian aku….
Wasalam dari pameus.