800x6001024x768Auto Width
Friday, 10 September 2010

Pasar Malam Besar ke 50 di Den Haag (part2)

Pasar
Malam Besar Part 2

Mampir ke stand makanan anak bandung, wili dan kakaknya lilik asli sunda
bandung, masih saja menjual mkanan seperti martabak telor, martabak manis yg
di Indo terkenal itu, juga pisang goreng bahannya dari pisang tanduk harganya
1 euro, aku ngobrol dengan wili, sekalian beli pisang goreng.

Stand punya Wli dan Lilik Pasar malam Besar
Diatas Wili pake
kacamata, sedang menunggu yang mau mesan. Dibawah kelihatan jualan apa
saja mereka.
Aneka macam makanan jualan Wili

Istriku dan temannya
paula juga yg lain merasa haus, agau tetep ga mau, mereka memesan minumankhas
indo berupa es syhanghai, Es kelapa muda dan Es Tape

Stand aneka Minuman Pasar Malam Besar
Lewat stand jual
asinan..kalo diliat penuh dengan daftar makanan dan menu, kok begitu banyak
ragamnya?

Stand jual segalanya
Mengambil foto
Toko Oen, asal usul toko dari Semarang ini, adalah sangat tua sekali,
milik dari famili Oen dari Semrang yang jamannya Belanda dulu cukup terkenal
di Semarang, nama oen, ditambahi oleh belanda yg dulu di Semarang sebagai
nama Soen artinya cium, tempat pertemuan sesama asal ialah peranakan dan
indo campuran dan belanda dulu, kebiasaan mereka lagsung soen saja .
Toko Oen

Sejenak mampir
depan Pondok Cempaka, punya saudara, jual apa saja mereka, liat daftar
apa yang dijual.selalu menu masakan dari boengamas dulu, Cuma itu Tongseng
Kambing, wah aku sudah gak boleh lagi..


Tempat makan sedeng-sedeng
saja, tetapi bersih memakai tiang kayu supaya orsinil, cara pengaturan
lumayan enak. masakannya, wah aku sudah tau. Dibawah foto tempat makan.Kebetulan
Yvonne en Mona Patiselanno dari band the Nightbreakers lagi makan agak
kaget ketika ambil foto… ga apa ya Mona, sekalian di foto..

Stand Pondok Tjempaka
Sejenak berhenti
ambil foto Sate Bar, jual khusus sate aneka daging, gimana rasa saus dan
bumbu sate dan rasa?

Bar Sate
Juga kami mampir
mendengarkan musik di IndoRock Cafe, musik yang ditayangkan bukannya favoritku,
cuma pengen tau saja, disini adalah tempat minum dan menonton musik, sebenarnya
tempat pertemuan anak-anak muda dan band-band indo yang kebetulan main
disini.

Band di IndoRock Cafe
Gak lama kami menuju
Podium tempat menayangkan segala macam kesenian dan musik, kali ini musik
band dari Indo, sayang aku lupa nanya namanya, pemainnya banyak, komposisi
yang di bawakkan dari lagu kroncong, modern sampai ke lagu daerah Batak, cukup menarik
dan mengesankan, suara penyanyi lumayan enak.
Musik Groep dari Indonesia

Groep band Challenge
‘From the heart’ . dibawah pimpinan Jules dan Ron Makaduro dari Belanda dengan
pembawaan penyanyi tunggal Ester Latama, cukup menawan hati pengunjung.

Ester dai Band Callenge
Terachir kami mendengarkan
lagu Top dari Ester dari Band Challenge ‘From the heart’ . ini, menuju
waktu yang cepat, sudah jam 22.00 malam, maka berakhirlah acara malam
ini, selintas laporan kunjungan kami pada Pasar Malam Besar Den Haag yang ke 50.

Ester Band Challenge
Sampai tahun depan
saja, inilah Foto bercerita, untuk mengisi Blog Kuring di Portal anak
Indo.Sampai bertemu lagi dengan Cerita yang lain…apa yah? Cari dulu,
banyak inspirasi….mungkin?, dua minggu lagi aku Menuju ke Indonsia…VISIT
INDONESIA 2008, bakal banyak ceritaku nanti untuk Blogku.

2 Responses to “Pasar Malam Besar ke 50 di Den Haag (part2)”

  • rianneaziz responded:

    Lah Pam, aku sempet jagain sate Bar tu beberapa kali (4 kali klo ga salah, cuman weekend aja), bantu2 ade ku (itu Sate Bar punya co nya dia geto loh).
    Sayang kita ga ktemuan.
    Oiya mo crita ikke makan juga loh di tempatnya kk Pam, ktemu juga ma dia dan Ron dan Jhon, ngobrol2 deh kita. Saya makan mpek2 palembang kapal selam, mpek2 lenjer, sama nasi bungkus (2 kali kesana mampir).
    trus mertua ku juga ikut makan disana, tapi dasar Belanda ga tau makanan enak, ga mau coba2 yang lain, cuma cobanya sate terus (bosenin banget ya?).
    Ya wis…kapan ke indonesia Pam? Aku ngobrol dengan Rony dia mo pulang juga ya katanya, tapi bulan July klo ga salah.

  • admin responded:

    Wah, Riann sayang ga ketemu, aku cuma sekali saja ke Pasar Malam, itu juga udah jam 18.00 sore, cuma keliling ambil foto dan liat musik sampe tutup, juga mampir ke stand Emiel dan Ronie, itu Sate Bar ada juga yg disana temen Istriku, namanya lupa tanya, dia indo menado (dulu punya Toko di Mariahove).
    Wah enak juga makan mpek2, bikin iler aja kamu, itulah kalo punya mertua Londo, jangan banyak makan kentang aja Riann, gimana Kees seneng ga?
    Ke Inonesia tgl 20 juni nanti,
    salam pameus

Add your own comment...

You must be registered to leave a comment.

TRANSLATE THIS PAGE 
Login Form





Lost Password?
We have 8 guests online